Jumat, 29 September 2017

PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM

MAKALAH
PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pengantar Pendidikan
Dosen :
Ririanti Rachmayani, S.Psi, M.Pd.

OLEH :

ANDYA AGISA
[1610112220003]

FAKULTAS KEGURUAN & ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA & KEWARGANEGARAAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN


2016



KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah atas segala limpahan karunia Allah SWT. Atas izin-Nya lah saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Tak lupa pula kirimkan shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Beserta keluargaNya, para sahabatNya, dan seluruh ummatNya yang senantiasa istiqomah hingga akhir zaman.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan berjudul “Pendidikan Sebagai Sistem”.
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, khususnya kepada Ibu Ririanti Rachmayani, S.Psi, M.Pd. selaku dosen Pengantar Pendidikan yang telah memberikan tugas ini pada saya. Saya memperoleh banyak manfaat setelah menyusun tugas ini.
Akhirul kalam, saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki.
 Karena itu saya mengharapkan saran dan kritik konstruktif demi perbaikan makalah di masa mendatang. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat dan memenuhi harapan berbagai pihak.
Demikian makalah ini saya susun, semoga bisa memberikan manfaat kepada pembaca.



Banjarmasin, 29 Sepetember 2016

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar................................................................................ i
Daftar Isi.......................................................................................... ii
BAB 1
Pendahuluan
A.   Latar Belakang........................................................................ 1
B.   Rumusan Masalah................................................................... 1
C.   Tujuan Penulisan..................................................................... 1
D.   Manfaat Penulisan................................................................... 1
BAB 2
Pembahasan
A.   Pengertian Pendidikan dan Sistem............................................... 2
B.   Orientasi Umum : Teoti Sistem Pada Umumnya......................... 8
C.    Analisis dan Pemetaan Pendidikan Nasional Sebagai Sebuah Sistem................. 14
D.   Analisis dan Pemetaan Sekolah Sebagai Sebuah Sistem............ 27
BAB 3
Penutup
A.   Kesimpulan .......................................................................... 31
B.   Saran..................................................................................... 31
C.   Penutup................................................................................. 31
Daftar Pustaka.............................................................................. 32

BAB 1
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG
Di dalam kehidupan sehari-hari, dewasa ini pendidikan telah dipandang sebagai suatu fungsi yang melekat dengan kehidupan sehari-hari, dewasa ini pendidikan telah dipandang sebagai suatu fungsi yang melekat dengan kehidupan itu sendiri. Memperoleh pendidikan sudah merupakan suatu keharusan dan kebutuhan dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan bangs. Pendidikan telah dipandang sebagai suatu investasi dalam pembangunan sumber daya manusia yang amat diperlukan dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Pendidikan makin banyak memerlukan berbagai keahlian profesional dalam manajemennya serta memerlukan berbagai kehlian yang bersifat interdisipliner dalam memecahkan masalahnya. Dalam makalah ini akan membahas atentang Pendidikan sebagi sebuah Sistem.

B.   RUMUSAN MASALAH
·         Apa pengertian Pendidikan dan Sistem?
·         Bagaimana teori sistem pada umumnya?
·         Bagaimana analisis pemetaan pendidikan nasional sebagai sebuah sistem?
·         Bagaimana analisis pemetaan sekolah sebagai sebuah sistem?

C.   TUJUAN PENULISAN
·         Untuk mengetahui pengertian pendidikan dan sitem
·         Untuk mengetahui teori sistem pada umumnya
·         Untuk mengetahui bagaimana analisis pemetaan pendidikan nasional sebagai sebuah sistem
·         Untuk mengetahui bagaimana analisis pemetaan sekolah sebagai sebuah sistem

D.   MANFAAT PENULISAN
·        Sarana membaca
·        Media pembelajaran


BAB 2
PEMBAHASAN

A.   PENGERTIAN PENDIDIKAN dan SISTEM
·        Pengertian Pendidikan
Pendidikan (pedagogi) secara etimologis adalah berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari kata “PAIS”, artinya anak, dan “AGAIN”, diartikan membimbing.  Jadi sederhananya adalah bimbingan yang diberikan kepada anak.
Sedangkan secara Definitif pendidikan (pedagogie) adalah suatu kegiatan bimbingan yang dilakukan secara sadar ataupun secara sengaja yang dilakukan orang dewasa kepada orang yang belum dewasa (baca : anak) sehingga timbul hubungan antara keduanya yang bertujuan untuk mendewasakannya.
·        Pengertian Sistem
Sistem secara etimologis berasal dari bahasa yunani “systema” yang berartisehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan  secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.
Banyak definisi yang digunakan untuk menjelaskan arti kata “sistem” , diantarnya sebagai berikut :
a.       Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir, suatu himpunan atau terorganisir, suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh. (Tatang M. Amirin, 1992: 10.)
b.      Sistem merupakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan. (Tatang Amirin, 1992: 10.)
c.       Sistem merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai dengan rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Tatang M. amirin. 1992: 11.)
Definisi tersebut, yang pertama (a) menekankan soal wujud sistem, yang kedua (b) menaruh perhatian pada fungsi komponen yang saling berkaitan dan tujuan sistem, dan yang ketiga (c) menampilkan unsur rencana disamping saling kaitan antar komponen dan tujuan dari sitem. Sekalipun demikian definisi yang berbeda-beda itu mengandung unsur persamaan yang dapat dipandang sebagai ciri umum dari sistem, yaitu yang mencakup hal-hal sebagai berikut :
·         Sistem merupakan suatu kesatuan yang berstruktur.
·         Kesatuan tersebut terdiri dari sejumlah komponen yang saling berpengaruh.
·         Masing-masing komponen mempunyai fungsi tertentu dan secara bersama-sama melaksanakan fungsi struktur, yaitu mencapai tujuan sistem.
Dengan demikian sistem dapat diartikan sebagai suatu kesatuan integral dari sejumlah komponen. Komponen-komponen tersebut satu sama lain saling berpengaruh dengan fungsinya masing-masing, tetapi secara fungsi komponen-komponen itu terarah pada pencapaian satu tujuan (yaitu tujuan dari sistem).
A.    Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam Sistem Pendidikan
Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari sejumlah komponen. Untuk melihat komponensistem pendidika,di bawah ini dikemukakan pengandaian Toffler.
Toffler (1970) menganalogikan sekolah dengan sebuah pabrik. Memang sebenarnya usaha pendidikan itu tidak dapat disamakan dengan pabrik. Tetapi jika dilihat dari segi proses mekanismenya,ada persamaan antara keduanya. Misalnya, sebuah pabrik gulayang tujuan didirikannya adalah untuk memproduksi gula. Pabrik tersebut membutuhkan bahan mentah (raw input) berupa tebu ataupun bahan lainnya. Untuk memproses tebu menjadi gula sebagai keluaran (out put) diperlukan mesin-mesin penggilingan beserta perangkat peralatan lainnya (saran dan prasarana) yang ditangani dan dikelola oleh pekerja, kepala bagian sampai dengan pimpinan pabrik (tenaga). Sudah barang tentu tenaga tersebut bekerja tidak asal bekerja, melainkan berdasarkan petunjuk-petunjuk peraturan, sistematika, dan prosedur, serta jadwal yang telah ditetapkan program. Di samping itu juga dilakukan pencatatan dan pendataan (administrasi). (Umar Tirtarahardja dan S. L. La Sulo, 2008: 59.)
Sarana dan prasarana, ketenagaan, program, dan administrasi yang diperlukan untuk pemrosesan bahan mentah seperti yang dikemukakan di atas merupakan masukan instrumental (instrumental input). Segenap lingkungan yang berpengaruh terhadap pemrosesan masukan mentah disebut masukan lingkungan (environmental input). (Umar Tirtarahardja dan S. L. La Sulo, 2008: 60.)
Dalam bidang pendidikan:
1.      Sistem baru merupakan masukan mentah (raw input) yang akan diproses menjadi tamatan (out put).
2.      Guru dan tenaga nonguru, administrasi sekolah, kurikulum, anggaran pendidikan, prasarana dan sarana merupakan masukan instrumental (instrumental input) yang memungkinkan dilaksanakannya pemrosesan masukan mentah menjadi tamatan.
3.      Corak budaya dan kondisi ekonomi masyarakat sekitar, kependudukan, politik, dan keamanan negara merupakan faktor lingkungan atau masukan lingkungan (environmental input) yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap berperannya masukan instrumental dalam pemrosesan masukan mentah.
(Umar Tirtarahardja dan S. L. La Sulo, 2008: 61.)

B.     Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sistem lain dan Perubahan Kedudukan dari Sistem
Pendidikan nonformal, pendidikan formal, dan pendidikan informal merupakan subsistem dari bidang pendidikan sebagai sistem. Misal, pendidikan formal sebagai subsistem (komponen) dari sistem pendidikan dapat merupakan sebuah subsistem/komponen-komponen: sekolah dasar, sekolah menengah, dan pendidikan tinggi. (Umar Tirtarahardja dan S. L. La Sulo, 2008: 63.)

C.     Pemecahan Masalah Pendidikan Secara Sistematik
1.      Cara Memandang Sistem
Jika sebuah komponen suatu sistem dipisahkan dari komponen-komponen yang lain, dan dikaji secara tersendiri, maksudnya agar komponrn tersebut dapat dianalisis secara lebih mendalam. Selanjutnya, memandang suatu sistem dalam konteks ruang lingkup yang lebih besar (suprasistem) mempunyai manfaat agarkita memandang suatu persoalan tidak lepas dari hal-hal yang melatarbelakangi atau yang mewadahinya. Sebab dibalik sebuah sistem sebagai produk budi daya atau rekayasa,seperti sistem pendidikan, tentu terdapat konsep dan cita cita.
      Sebagai ilustrasi, di bawah ini dikemukakan sejumlah masalah dengan cakupan ruang lingkupyang berbeda.
Masalah 1    : Bagaimana cara menggalangkerja sama yang terpadu antara IKIP dengan Kanwil Depdikbud dalam menanggulangi/menangani program pengalaman lapangan (PPL).
Masalah 2    : Usaha apa yang seyogyanya dikerjakan oleh IKIP untuk memiliki sarana penunjang pelaksanaan PPL secara efektif.
Masalah 3    : Bagaimana seharusnya PPL disusun sehingga cukup applicable (tekerjakan) dan dapat memenuhi target yang diharapkan.
Dengan membandingkan masalah-masalah tersebut akan terlihat bahwa masalah (1) ruang lingkupnya lebih sempit daripada masalah, sedangkan masalah (2) lebih sempit daripada masalah (3). Masalah yang lebih sempit ruang lingkupnya bernaung pada masalah yang lebih luas.(Umar Tirtarahardja dan S. L. La Sulo, 2008: 65-66.)

D.    Keterkaitan Antara Pengajaran dan Pendidikan
Istilah pengajaran dapat dibedakan dari pendidikan, tetapi sulit dipisahkan.jika dikatakan “anak diajar menulis yang baik” lebih terasa sebagai pengajaran. Tetapi jika “anak dikembangkan kegemarannya untuk menulis yang baik” maka lebih mirip pendidikan. Demikian pula jika dikatakan “guru mengajar murid menyusun jadwal belajar untuk belajar dirumah “, ini lebih cenderung dianggap dianggap sebagai kegiatan “mengajar. Tetapi jika orang tua membiasakan anaknya mematuhi jadwal belajar dirumah tersebut maka orang tua tersebut dianggap mendidik anaknya dalam hal ini mendidik kedisiplinan. Dalam pendidikan agama disekolah sering dikatakan bahwa banyak sekolah yang kegiatan “pendidikan agamanya” begeser menjadi “pengajaran agama”. Maksudnya “pengetahuan tentang agama” lebih ditekankan daripada “penanaman jiwa/sikap keagamaannya” pada murid.Akibatnya murid tahu bahkan mungkin memahami banyak hal mengenai agama, tetapi apa yang dipahami itu tidak menyatu dengan dirinya dan tidak mewarnai tingkah lakunya.
Contoh-contoh diatas menunjukkan bahwa terhadap sesuatu objek kegiatan (menulis,menyusun jadwal, mengkaji agama) dapat dipilih sisi pengajaran dan sisi pendidikannya.
Jika yang dipersoalkan atau dijadikan tekanan aspek pengetahuan, disebut”pengajaran”, dan jika aspek pembentukan sikap menjadi tekanan disebut”pendidikan”. Disampig dua sisi seperti yang dikemukakan, jika mengajaran ingin dibedakan dari pendidikan, masih ada segi-segi lain yang dapat dikemukaan sebagai berikut.
Pengajaran (Instruction)
-          Lebih menekankan pada pengusaan wawasan dan pengetahuan tentang bidang/program tertentu seperti pertanian, kesehatan, dan lain-lain.
-          Makan waktu relatif pendek.
-          Meode lebih bersifat rasional, teknis praktis.
Pendidikan(Education)
-          Lebih menekankan pada manusianya ( penanaman sikap dan nilai-nilai )
-          Makan waktu relative panjang. Metode lebih bersifat psikologis dan pendekatan manusiawi.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari persoalan pengajaran dan pendidikan adalah sebagai berikut:
a.       Pengajaran dan pendidikan dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Masing-masing saling mengisi.
b.      Pembedaan dilakukan hanya untuk kepentingan analisis agar masing-masing dapat lebih dipahami lebih baik .
c.       Pendidkan modern lebih cenderung mengutamakan pendidikan sebab pendidikan pembentuk wadah , sadang pengajaran mengusahakan isinya. Wadah harus menetap meskipun isi bervariasi dan berubah.
6.      Pendidikan Prajabatan ( Preservice Education ) dan Pendidikan dalam jabatan (Inservice Educatiaon) sebagai Sebuah Sistem.
Pendidikan prajabatan berfungsi memberikan bekal secara formal kepada calon pekerja dalam bidang tertentu dalam periode waktu tertentu dalam periode waktu tertentu seperti STM tiga tahun, diploma III matematika tiga tahun, ataupun strata I jurusan matematika pada SMP ataupun guru matematika pada SLTA.
Sedangkan pendidikan dalam jabatan bermaksud memberikan bekal tambahan kepada orang-orang yang telah bekerja berupa penataran, kursus-kursus, dan lain-lain.
7.      Pendidikan Formal, Non-Formal,dan informal sebagai Sebuah Sistem
Pendidikan formal (PF) yang sering disebut pendidikan persekolahan, berupa rangkaian jenjang pendidikan yang telah baku. Mulai dari sekolah dasar (SD) sampai dengan perguruan tinggi (PT).
Menurut UU No 2 Tahun 1989 tentang system pendidikan nasional, dinyatakan setiap warga Negara diwajibkan mengikuti pendidikan formal minimal tamat SMP.
Bagi warga Negara yang tidak sempat mengikuti ataupun menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu dalam pendidikan formal(putus sekolah) disediakan pendidikan nonformal,untuk memperoleh bekal guna terjun kemasyarakat. Pendidikan nonformal (PNF) sebagai pendidikan formal (FP) semakin hari semakin berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat dan ketenagakerjaan.







D. FAKTOR-FAKTOR
    Secara teoristis,suatu sistem pendidikan terdiri dalam komponen-komponen atau bagian-bagian          yang menjadikan inti dari proses pendidikan. Adapun komponen atau faKtor-faktor tersebut terdiri dari:
1.       Tujuan
Disebut juga cita-cita pendidikan, yang fungsinya adalah untuk memberikan arah terhadap semua kegiatan dalam proses pendidikan.
2.       Peserta Didik
Fungsinya adalah sebagai objek yang sekaligus sebagai  subjek pendidikan. Sebagai subjek, karena peserta didik tersebut menerima perlakuan-perlakuan tertentu tetapi dalam pendangan pendidikan modern, peserta didik lebih dekat dikatakan sebagai subyekatau pelaksana pendidikan.
3.       Pendidik
Berfungsi sebagai pembimbing, pengaruh, untuk menumbuhkan aktivitas peserta didik dan sekaligus sebagai pemegang tanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan.
4.       Alat Pendidikan
Maksudnya adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berfungsi untuk mempermudah atau mempercepat tercapainya tujuan pendidikan.
5.       Lingkungan
Maksudnya lingkungan sekitar yang dengan sengaja digunakan sebagai alat dalam proses pendidikan. Berfungsi sebagai wadahatau lapangan terlaksananya proses pendidikan.

Faktor-faktor atau komponen sistem pendidikan itu, berkaitan erat satu dan lainnya dan merupakan kesatuan yang tak terpisahkan.




B.   ORIENTASI UMUM : TEORI SISTEM PADA UMUMNYA

1.      Pendekatan Sistem
a.       Batasan
Pendekatan sistem adalah cara-cara berpikir dan bekerja yang menggunakan konsep-konsep teori sistem yang relevan dalam memecahkan masalah.
b.      Tipe-tipe
1)      Filsafat Sistem
Pendekatan sistem yang bertitik tolak konseptual/teoritis, dengan mempergunakan metode kognitif atau berpikir mencerminkan sesuatu untuk menggambarkan rancang bangunnya.
2)      Manajemen Sistem
Pendekatan sistem yang betitik tolak pragmatis/mencari manfaat, dengan mempergunakan metode sintetis atau memadukan unsur-unsur menjadi kesatuan, untuk mengintegrasikan operasi-operasi kerja memalui perancangan operasional yang menekankan pada jaringan hubungan unsur-unsurnya.
3)      Analisis Sistem
Pendekatan sisitem yang bertitik tolak pada optimalisasi penggunaan sumber-sumber yang tersedia, dengan mempergunakan metode penyusunan model-model kerja untuk mencapai tujuan-tujuan yang efektif dan efesien dalam penggunaan sumber-sumber yang tersedia.

2.      Teori Sistem
A.    Karakteristik Teori Sistem
1)      Keseluruhan adalah hal yang utama dan bagian adalah hak yang kedua.
2)      Intergrasi adalah kondisi  saling hubungan antara bagian-bagian dalam satu sistem.
3)      Bagian-bagian membentuk sebuah keseluruhan yang tak dapat dipisahkan.
4)      Bagian-bagian memainkan peranan mereka dalam kesatuannya untuk mencapai tujuan dari keseluruhan.
5)      Sifat bagian dan fungsinya dalam keseluruhan dan tingkah lakunya diatur oleh keseluruhan terhadapat hubungan-hubungan bagiannya.
6)      Keseluruhan adalah sebuah sistem atau sebuah kompleks atau sebuah komfigurasi dari energi dan berperilaku seperti sesuatu unsur tunggal yang tidak kompleks.
7)      Segala sesuatu haruslah dimulai dari keseluruhan sebagai suatu dasar, dan bagian-bagian serta hubungan-hubungan, baru kemudian terjadi secara berangsur-angsur.


B.     Karakteristik Umum Sistem
1)      Cenderung ke arah entropi
      Semua sistem cendurung menuju pada suatu keadaan terpecah belah, tidak teratur, lamban, dan akhirnya mati.
2)      Hadir dalam ruang waktu
      Semua sistem berada dalam ruang-waktu, atau berada dalam rangkaian waktu yang tidak dapat dihentikan.
3)      Mempunyai batas-batas
      Semua sistem mempunyai batas-batas yang tidak menetap, tapi berubah-ubah.
4)      Mempunyai lingkungan
      Semua sistem mempunyai sebuah lingkungan atau sesuatu yang berada diluarnya. Semua sistem mempunyai lingkungan proksimal (lingkungan yang disadari oleh sistem), dan lingkungan distal (lingkungan yang tidak disadari oleh sistem).
5)      Mempunyai variabel dan parameter
      Semua sistem mempunyai faktor-faktor yang mempengaruhi struktur dan fungsi dari sistem. Faktor-faktor dalam sistem adalah variable, dan faktor-faktor diluar sistem adalah parameter.
6)      Mempunyai subsistem
      Semua sistem, termasuk sistem yang paling kecil sekali pun mempunyai subsistem, dan setiap subsistem merupakan sebuah kesatuan yang terbatas, terbentuk dari bagian-bagian, dan karakteristik-karakteristik tertentu.
7)      Mempunyai Suprasistem
      Semua sistem, kecuali sistem yang terbesar dan beberapa sistem tertutup, mempunyai suprasistem, atau sistem yang lebih besar.

C.     Model dasar sistem : Model Input-Output
Rancang bangun sistem lazim dalam bentuk masukan-proses-hasil
1.      Masukan (Input)
            Masukan adalah sumber-sumber yang ada dalam lingkungan atau suprasistem yang masuk dalam sebuah sistem. Masukan dapat berbentuk:
a)      Informasi
Informasi adalah keterangan yang disampaikan kepada pihak lain.
(1)   Informasi Produk
Keterangan tentang bahan olahan, bahan yang akan di proses menjadi suatu produk.
(2)   Informasi operasional
Keterangan tentang bahan-bahan yang dipergunakan untuk memproses bahan olahan.


b)      Energi atau tenaga
      Energi adalah gerak dari alat-alat kerja yang dipergunakan dalam proses transformasi atau semua operasi yang terjadi dalam transformasi. Bentuk operasi tersebut dapat berupa:
(1)   Operasi yang dilakukan oleh manusia
(2)   Operasi yang dilakukan oleh mesin-mesin
c)      Bahan-bahan
(1)   Bahan-bahan produksi adalah bahan-bahan olahan yang akan dijadikan hasil produksi
(2)   Bahan-bahan adalah sumber-sumber yang dipergunakan sebagai pelancar proses transformasi, yang terdiri atas:
·         Barang-barang yang dipergunakan secara langsung atau tidak langsung untuk menjalankan transformasi.
·         Penghasilan yang dipergunakan untuk menyediakan barang-barang produksi dan operasional dan membayar upah pekerja dan manager.

2.      Trasformasi
            Proses pengubahan pemasukan olahan menjadi hasil produksi atau jasa, yang dilakukan oleh manusia atau mesin-mesin, atau manusia dengan mesin-mesin.
a)      Proses manajemen
Metode-metode yang dipergunakan untuk melakukan perencanaan,kepemimpinan,pengorganisasian, pengawasan, dan perbaikan.
b)      Proses fungsional
Metode-metode yang dipergunakan untuk mencapai tujuan-tujuan fungsional dari sekelompok orang atau seseorang
c)      Proses fungsional silang
Metode-metode yang dipergunakan untuk tujuan tertentu yang perlu kerja sama dengan orang lain atau unit lain.

3. Hasil
            Barang atau jasa yang dapat dikeluarkan, disampaikan dan digunakan oleh lingkungan.


D.    Tipe-tipe sistem

1.      Sistem Alami dan Sistem Buatan
a)      Sistem Alami
     Sistem ini merupakan benda-benda atau peristiwa-peristiwa alam yang bekerja berdasarkan hukum-hukum alam, dan hubungan antara masukan dengan hasil dapat diramalkan secara ilmiah.
b)      Sistem Buatan Manusia
     Sistem yang dirancang, dilaksanakan, dan dikendalikan oleh manusia, dan hubungan antara masukan yang diambil dari sistem alami, dengan hasil diatur oleh manusia.

2.      Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
a)      Sistem Tertutup
      Sistem yang struktur organisasi bagian-bagiannya tidak mudah menyusaikan diri dengan lingkungannya, sekurang-kurangannya dalam jangka waktu pendek. Struktur bagian-bagian tersusun secara tetap dan bentuk operasinya berjalan otomatis.
b)      Sistem Terbuka
      Sistem yang struktur bagian-bagiannya terus menyusuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang terus menerus berubah-ubah, dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya. Struktur bagian-bagian bersifat luntur dan bentuk operasinya dinamis, karena bagian-bagian dalam sistem dapat berubah karakteristik dan posisinya. Karakteristik sistem terbuka yaitu:
(1)   Mendatangkan energi
            Sistem terbuka mengimpor beberapa bentuk energi dari lingkungan.
(2)   Mentransformasikan energi
            Sistem terbuka mentrasnformasikan energi tersebut.
(3)   Mengekspor hasil
            Sistem menyampaikan sesuatu hasil kepada lingkungan.
(4)   Sebuah rangkaian peristiwa
            Sistem terbuka merupakan sistem yang mempunyai pola kegiatan dan pertukaran energi yang merupakan suatu perputaran.
(5)   Negentropi
            Sistem terbuka harus bergerak melawan proses entropi atau proses menuju kehancuran, agar terus dapat hidup.
(6)   Balikan negatif
            Sistem terbuka memperoleh informasi tentang kekurangan-kekurangan produk/jasa yang dihasilkan yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikan sistem.


(7)   Homeostatis dinamis
            Sistem terbuka mempunyai mekanisme dalam dirinya untuk mengatur sedemekian rupa sehingga mencapai suatu keadaan yang mantap yang terus berubah mengikuti perubahan-perubahan lingkungan.
(8)   Diferensiasi
            Sistem terbuka cenderung berkembang menuju multiplikasi atau perbanyakan dan elaborasi atau perincian peranan-peranan dengan spesialisasi fungsi yang lebih besar dari bagian-bagiannya.
(9)   Ekuifinalitas
            Sistem terbuka mempunyai kemampuan-kemampuan untuk mencapai hasil-hasil yang samadari kondisi-kondisi yang berbeda dengan mempergunakan proses yang berbeda.

3.    Sistem pelayanan dansistem meproduksi barang
a)   Sistem pelayanan
Sistem yang menghasilkanjasa yang diperlukan oleh para pelanggannya baik melalui pelayanan umum maupun pelayananpribadi.
b)   Sistem memproduksi barang
Sistem yang memproduksi barang olahan atau barang jadi yang siap dikonsumsi oleh para pelanggan di masyarakat.

E.     Hierargi Sistem
            Keseluruhan sistem dapat disusun secara hierargis dari paling sederhana sampai dengan sistem yang paling canggih. Susunannya sebagai berikut :
1)Kerangka kerja (framework)
            Sistem mempunyai struktur yang statis (sistemgeografi dan anatomi alam smesta) .
2)Kerangka jam (clockwise)
            Sistem sudah mempunyai struktur hubungan yang dinamis yang sederhana (sistem tata surya digambarkan sebagai kerja jam besar, karena adanya unsur gerak).
3)Termostat
            Sistem yang didalamnya ada mekanisme sibernatik, atau mekanisme mengontrol diri sendiri secara otomatisatau model homeostatis statis (mesin-mesin/pesawat-pesawat otomatis)
4)Sel
            Sistem menunjukan mulai adanya hidup, sehingga mempunyai kemampuan-kemampuan untuk memelihara diri sendiri.
5)Sosietal genetik (tanaman)
            Sistem yang ditandai oleh adanya kehidupan bersama yang terjadi melalui proses genetik/keturunan.

6)Animal (binatang)
            Sistem yang ditandai olehbertambahnya mobilitas, tingkah laku yang bertujuan dan kesadaran diri.
7)Individu manusuia
            Sistem yang ditandai oleh berkembangnya kemampuan menerima dan menyimpan informasi, perkembangan susunan syaraf yang memungkinkan otak berfungsi sebagai pengorganisasi informasi, yang membentuknya menjadi “gambaran” atau konsep. Menyebabkan individu manusia mempunyai kemampuan berbicara.
8)Organisasi sosial
            Sistem ini mengandung adanya struktur hubungan antara individu yang didasarkan pada sistem nilai-nilai.
9)Sistem transendental
            Sistem ini mempunyai struktur dan hubungan-hubungan yang sistematis yang bersifat transendental, atau yang bersifat rohaniah.

F.   Lingkungan dan Segmen Sistem

1.    Struktur Sistem
            Struktur sebuahsistem tersusun secara hieraragis, dengan urutan sebagai berikut :
a)      Subsistem
      Satu bafian dari keseluruhan sistem yang berfungsi mencapai tujuan khusus yang tertuju pada pencapaian tujuan sistem. Proses setiap sistem ditentukan oleh tujuan subsistem, dan komponen-komponennya dipilih berdasarkan kemampuannya melakasanakan fungsi-fungsi dan proses-proses khusus dalam subsistem.
b)      komponen
      Satuan unsur-unsur yang membentuk satu bagian dalam subsistem atau sistem, yang dipilih untuk dapat melaksanakau sistem fungsi dan proses-proses khusus dalam subsitem atau sistem.
c)      Unsur
      Bagian terkecil dari isi sebuah sistem yang mempunyai pengaruh yang kuat terhadap komponen dalam melaksanakan fungsinya.

2.    Suplasistem
            Bagian atau lingkungan yang lebih besar, yang menjadi tempat berlangsungnya operasi-operasi beberapa sistem.


C.   ANALISIS DAN PEMETAAN PENDIDIKAN NASIONAL SEBAGAI SEBUAH SISTEM

1.      Analisis dan Pemetaan
A.    Batasan
1.      Ditinjau dari fungsinya. Pendidikan nasional adalah sisem pendidikan yang diselenggarakan oleh suatu Negara kebangsaan atau Negara nasional dalam rangka mewujudkan hak menentukan nasib sendiri atau right of self determination bangsa dalam bidang pendidikan.
2.      Ditinjau dari strukturnya. Pendidikan nasional sebagai system merupakan, keseluruhan kegiatan dari satuan-satuan pendidikan yang direncanakan, dilaksanakan dan dikendalikan dalam rangka menunjang tercapainya tujuan nasional.
B.     Peta Umum Pendidikan Nasional Dalam Mode Input Output
1.      Masukan (Input)
Sumber sumber dari masyarakat yang menjadi masukan system pendidikan nasional adalah :
a)      Informasi
Masukan dalam bentuk informasi, mencakup :
·   Informasi Produk
Informasi tentang peserta didik
·   Informasi Operasional
Informasi tentang penduduk, tenaga kepenmdidikan, penegtahuan atau ilmu, seni, teknologi, cita cita, dan barang  barang yang digunakan dalam pendidikan, serta penghasilan nasional dan penghasilan perkapita.
b)       Energi / Tenaga
Masukan dalam bentuk tenag mencakup : Penduduk yang sedang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan nasional dan tenaga kependidikan yang bekerja dalam system pendidikan nasional.
c)      Bahan-bahan
Sumber sumber bukan manusia yang masuk dalam system pendidikan nasional mencakup:
·   Barang-barang produksi yang digunakan dalam melaksanakan transformasi pendidikan (misalnya : buku, pelajaran, alat alat pendidikan (peraga dan praktiku), bangunan, dan sebagainya).
·   Penghasilan nasional (APBN dan APBD Pendidikan) dan menghasilkan perkapita yang disediakan untuk membiayai pendidikan (SPP, Uang BP-3, dan sebagainya).


2.      Transformasi
a.         Komponen
Komponen komponen yang digunakan untuk melaksanakan transormasi adalah :
·      Tujuan pendidikan
·      Organisasi pendidikan
·      Masa pendidikan
·      Program isi pendidikan
·      Prasarana pendidikan
·      Sarana dan teknologi pendidikan
·      Biaya pendidikan
·      Tenaga pendidikan
·      Peserta didik

b.        Bentuk Transformasi
(1)      Transformasi administratif/manajerial pendidikan, yaitu proses kegiatan pelolaan pendidikan nasional oleh Negara dan pemerintah (pusat dan daerah).
(2)      Transformasi operasional/teknis pendidikan, yaitu proses kegiatan pengelolaan pendidikan oleh kepala sekolah/lembaga pendidikan luar sekolah.

c.         Hasil
a)        Orang orang yang terdidik dalam kemampuan kemapuan : kognitif, apektif, dan psikomotor.
b)        Orang orang tersebut dapat menjadi :
(1)   Seorang individu yang terus belajar dan mengembangkan kemampuan kemampuannya.
(2)   Seorang anggota keluarga yang bahagia, seorang pekerja/professional yang berhasil, seorang warga Negara yang baik, seorang anggota orpol/ormas yang baik, dan seorang anggota masyarakat sekitar yang baik.
(3)   Seorang hamba Tuhan yang baik.


2.      Analisis dan Pemetaan Suprasistem Sistem Pendidikan Nasional
A.    Batasan
Suprasistem dari system pendidikan nasional adalah keseluruhan kehidupan masyarakat dalam bernegara dan berbangsa, yang mencakup masyarakat nasional domestic atau masyarakat dalam negeri sebagai lingkungan proksimal dan masyarakat internasional sebagai lingkungan distal.
B.     Sistem-sistem dalam suprasistem
Sistem-sistem kehidupan yang berada dalam suprasistem dari sistem pendidikan nasional yang mempunyai pengaruh terhadap sistem pendidikan nasional.
(1)          Sistem Sosial Budaya
a)         Batasan
Sistem sosial budaya adalah keseluruhan bentuk tatanan kehidupan bersama/berkelompok yang mempunyai pola budaya tertentu.
b)        Karakteristik
Ø  Keseluruhan tatanan kehidupan bersama / berkelompok yang mempunyai pola budaya tertentu.
·      Kelompok psikologis (psychological groups), yang terbentuk dari dua orang atau lebih yang memenuhi kondisi kondisi : (1) hubungan diantara anggota anggotanya adalah saling bergantung (interdependent); dan (2) anggota anggotanya menyebarkan sebuah ideology atau seperangkat kepercayaan, nilai nilai, dan norma norma yang mengatur tindakan bersama (misalnya: keluarga, kelompok pertemanan, kelompok bekerja, dan sebagainya).
·      Organisasi sosial, yaitu sebuah sistem yang terpadu dari kelompok-kelompok psikologis yang saling berhubungan yang terbentuk untuk mencapai suatu tujuan yang di rumuskan  (misalnya: Negara, partai politik, perusahaan, dsb).
Ø  Setiap kelompok dan perpaduan dari keberadaan kelompok mempunyai pola-pola budaya tertentu, yang di dalamnya  mengandung unsur :
·         Budaya material, yang berisi antara lain peralatan-peralatan dan artifak-artifak yang digunakan anggota-anggota suatu masyarakat tertentu.
·         Budaya spiritual, yang mencakup ilmu, seni dan cita-cita.


c)    Implikasi bagi sistem pendidikan nasional
1.    Kondisi sistem sosial menjadi landasan ekologis sistem pendidikan nasional.
2.    Kondisi sistem budaya menjadi landasan idiil sistem pendidikan nasional.

(2)          Sistem Biososial (Penduduk)
a.    Batasan
Penduduk adalah kumpulan yang menghuni satu kesatuan wilayah (kampong, desa, kota, Negara, pulau, benua, dunia, dsb). Sistem biososial yaitu kumpulan orang yang memiliki struktur tertentu.
b.    Karakteristik
·         Penduduk mempunyai aspek statis, yang berkenaan dengan jumlah dan komposisi berdasarkan usia, pekerjaan, jenis kelamin, penghasilan, dsb.
·         Penduduk mempunyai aspek dinamis, yang berkenaan dengan pertumbuhan, dan pengurangan, gerakan penduduk (migrasi, dan perubahan-perubahan komposisi penduduk dalam kurun waktu tertentu).
c.    Implikasi bagi Sistem Pendidikan Nasional
·         Penduduk sebagai sistem biososial menyiratkan adanya suatu permintaan masyarakat akan pendidikan atau “society’s social demand of education” secara kualitatif dan kuantitatif.
·         Penduduk sebagai sistem biososial menjadi landasan operasional sistem pendidikan nasional.

(3)          Sistem Ekonomi Makro
a.      Batasan
                                Studi perilaku perekonomian secara agrerat (keseluruhan perusahaan-perusahaan, rumah tangga, harga-harga, upah serta pendapatan), misalnya tentang kemakmuran dan resesi, output barang dan jasa, total perekonomian dan laju pertumbuhan output, laju inflansi dan pengangguran, neraca pembayaran dan nilai kurs.
b.     Karakteristik
Menurut Samuelson, tujuan ekonomi makro adalah:
1.      Tingkat output riel (hasil ekonomi yang sudah disesuaikan dengan inflansi) yang tinggi dan terus meningkat;
2.      Tingkat kesempatan kerja yang tinggi dan pengangguran yang rendah, yang ditandai dengan tersedianya lapangan kerja yang baik serta perlahan-lahan, bagi mereka yang ingin maju dan ingin bekerja;
3.      Tingkat harga yang stabil atau naik secara perlahan-lahan, dimana harga dan upah di tetapkan oleh mekanisme pasar bebas;
4.      Hubungan ekonomi luar negeri yang ditandai dengan kurs asing dan nilai eksport yang seimbang
c.      Implikasi bagi sitem pendidikan nasional
-             Kondisi ekonomi makro Negara menjadi landasan operasional sistem pendidikan nasional.
·   Pendapatan nasional (GNP) dan tingkat pertumbuhan sebagia output ekonomi makro menyiratkan besar kecilnya kemampuan Negara secara potensial dalam menyediakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan oleh sistem pendidikan nasional.
·   Kebijakan fiscal (kebijakan dalam penyusunan belanja Negara atau government expenditure antara lain menentukan berapa besar belanja yang disediakan untuk pendidikan).
·   Kebijakan moneter (pengaturan jumlah uang  yang beredar serta kaitannya antara uang, output ekonomi, dan inplasi) kebijaksanaan pendapatan (kebijaksanaan upah dan harga, yang berkaitan dengan pengendalian inplansi dan kesetabilan harga ) dan kebijaksanaan ekonomi luar negeri (penangan nilai kurs valuta asing, penerapan cara pengawasan perdagangan internasional) akan menenentukan nilai ril dari dana pendidikan yang disediakan.
·   Tingkat perumbuhan ekonomi makro turut menentukan tingkat partisipasi pendidikan, besar kecilnya jumlah penduduk yang memperoleh kesempatan pendidikan formal.
-          Pendapatan perkapita menjadi landasan operasional sistem pendidikan, dalam arti menentukan rata-rata setiap keluarga dalam menyediakan biaya pendidikan.



(4)          Sistem Politik
a.         Batasan
             Sistem memperoleh kekuasaan dan menggunakannya untuk mewujudkan citacita hidup bernegara dan berbangsa.
b.        Karakteristik
·      Sistem politik berhubungan erat dengan paham nasionalisme yang di anut, yang pada dasarnya dapat dibedakan dalam dua tipe utama, yaitu nasionalisme liberal (USA, Inggris, dan sebagainya) dan nasionalisme kolektif/sentralistik (Prancis, Indonesia, dan sebagainya).
·         Penerapan sistem politik berhubungan erat dengan tingkat pendidikan dengan ekonomi masyarakat, serta kearifan para pemimpinnya.
·      Sistem politik menentukan kebijaksanaan umum dalam kehidupan bernegara dan berbangsa, yang mempengaruhi terhadap operasioperasi sistemsistem lainnya (sistem biososial budaya dan sistem ekonomi).
c.         Implikasi bagi sitem pendidikan nasional
(1)     Kondisi sistem politik menjadi landasan manajerial sistem pendidikan nasional. Pola pemerintahan Negara mempengaruhi polapola :
·         Perencanaan pendidikan nasional makro.
·         Kepemimpinan strategik pendidikan mikro.
·         Pengorganisasian pendidikan makro.
·         Pengawasan fungsional pendidikan makro.
·         Pengembangan pendidikan makro.
(2)     Kondisi sistem politik menjadi landasan manajerial sistem pendidikan nasional dalam arti menjadi titik awal dimulainya perubahan atau perombakan struktur pendidikan nasional.


3.   Analisis dan pemetaan masukan sistem pendidikan nasional
A. Batasan
   Sumber-sumber dari lingkungan masyarakat nasional dan masyarakat internasional yang dipergunakan untuk menyelenggarakan transpormasi dalam sistem pendidikan nasional.
B.  Bentuk masukan
1.  Informasi
a)    Informasi produk
     Keterangan tentang kuantitas dan kualitas peserta didik atau yang berada dalam kondisi usia memasuki suatu jenjang pendidikan sekolah atau yang merasakan kebutuhan untuk mengikuti pendidikan dilembaga pendidikan luar sekolah.
(1)      Informasi kuantitas peserta didik
·      Keterangan tentang jumlah keseluruhan peserta didik yang berada berada dalam usia siap bersekolah dan mempunyai kebutuhan mengikuti pendidikan di lembaga pendidikan sekolah dan luar sekolah.
·      Keterangan tentang jumlah penduduk tersebut menurut persatuan wilayah (propinsi, kabupaten atau kota madya, kecamatan dan desa).
(2)      Informasi kualitas peserta didik
·      Identitas.
·      Latar belakang keluarga dan sosial ekonomi.
·      Kemampuan.
·      Kegemaran.
·      Lain-lain.
b)Informasi operasional
1)   Keterangan tentang kuantitas dan kualitas masukan instrumental yang termasuk didalamnya informasi tentang:
·   Sarana pendidikan administratif dan teknis pendidikan
·   Teknologi pendidikan
·   Prasarana pendidikan
·   Biaya pendidikan
2)   Informasi lingkungan
·   Sistem biososial
·   Sistem sosial budaya
·   Sistem ekonomi
·   Sistem politik


2.  Energi / Tenaga
a)    Energi manusia
          Energi yang dikeluarkan oleh manusia dalam mengoperasikan proses-proses transformasi dalam sistem pendidikan nasional, yang terdiri atas :
1)   Energi peserta didik.
2)   Energi tenaga pendidikan.
b)   Energi non-manusia
          Energi (misalnya : listrik,gas, bensin, dan sebagainya) yang dipergunakan sebagai peralatan pendidikan dan administratif dalam melancarkan operasi-operasi yang terjadi dalam transformasi operasional dan administratif.
3.             Bahan-bahan
          Bahan-bahan adalah benda-benda dan barang-barang yang dipergunakan untuk melancarkan operasi-operasi dalam proses transformasi yang terdapat dalam sistem pendidikan nasional, yang terdiri atas :
a)    Bahan-bahan olahan yan berupa kurikulum pendidikan.
b)   Bahan-bahan operasional.
4.   Analisis dan Pemetaan Transformasi dalam Sistem Pendidikan Nasional
A.  Batasan
Transformasi pendidikan nasional adalah keseleruhuan proses pengubahan masukan pendidikan nasional menjadi hasil pendidikan nasional.
B.  Komponen-komponen Sistem Pendidikan Nasional
1)   Tujuan-tujuan Pendidikan
a.    Batasan
Hal-hal diharapkan dapat dicapai sepanjang proses transformasi dan pada akhir proses transformasi. Tujuan pada akhir proses transformasi adalah tujuan umum pendidikan atau tujuan nasional pendidikan. Sedangkan tujuan-tujuan yang dapat dicapai sepanjang proses transformasi adalah tujuan-tujuan khusus pendidikan, yang dapat berupa :
(1)     Tujuan Sementara Pendidikan.
(2)     Tujuan Tak Lengkap Pendidikan.
(3)     Tujuan Institusional Pendidikan
(4)     Tujuan Kurikulum Pendidikan.
(5)     Tujuan Instruksional Pendidikan.
(6)     Tujuan Insidental Pendidikan.
b.    Bentuk
     Tujuan-tujuan pendidikan berupa informasi yang berisi instruksi-instruksi atau perintah.
c.    Fungsi
Mengarahkan operasi-operasi atau kegiatan-kegiatan pendidikan.
2)        Organisasi pendidikan
a)         Batasan
        Organisasi pendidikan nasional adalah keseluruhan tatanan hubungan-hubungan antar bagian dan antar unsur dalam sebuah sistem pendidikan nasional.
b)        Bentuk
·      Subsistem Organisasi Pengelolaan Pendidikan Nasional yamg terdiri atas :
-       Subsitem Organisasi Nasional Pusat, yang dilakukan oleh Negara dan Departemen beserta unit-unit organik pusat.
-       Subsistem Organisasi Pengelolaan Pendidikan Nasional di Daerah.
·      Subsitem Organisasi Pendidikan.
-       Sub-Subsitem persekolahan (Pendidikan Formal)
-       Sub-Subsistem Pendidikan Luar Sekolah (Pendidikan Non- Formal)
-       Sub-Subsistem (Pendidikan Informal)
c)         Fungsi
        Keseluruhan organisasi pendidikan nasional adalah informasi yang berisi instruksi-instruksi atau perintah-perintah, bagaimana sebaiknya menyelenggarakan operasi-operasi, cara-cara, prosedur-prosedur, dan tehnik-tehnik melaksanakan pendidikan.

3)        Masa Pendidikan
a)         Batasan
        Jangka waktu berlangsungnya keseluruhan kegiatan disebuah satuan pendidikan atau keseluruhan kegiatan semua satuan-satuan pendidikan.
b)        Bentuk
        Masa pendidikan merupakan informasi tentang pengaturan tentang jenjang pendidikan dan urutan kalender kegiatan setiap tahunnya.
c)         Fungsi
        Mengatur perpindahan jenjang pendidikan dan urutan kegiatan-kegiatan pendidikan.




4)        Prasarana Pendidikan
a.       Batasan
Prasaran Pendidikan Nasional Adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang terselenggaranya proses transformasi dalam sistem Pendidikan Nasional.
b.      Bentuk
Prasarana Pendidikan Nasional dapat berbentuk :
(1)     Benda atau barang
Seperti tanah, bangunan sekolah, jalan, transfortasi sekolah, lapangan olahraga, dan sebagainya.
(2)     Biaya pendidikan
Yang diperoleh dari negara (GNP), keluarga, dan sumber-sumber lainnya.
(3)     Informasi
Misalnya peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk pendidikan.
c.       Fungsi
Menunjang kelancaranoperasi-operasi yang berlangsung dalam transformasi.

5)        Sarana Pendidikan
a.       Batasan
Segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan.
b.      Bentuk
(1)     Benda / barang
Buku-buku dan bahan-bahan bacaan, alat bantu belajar/mengajar, alat kerja bantu bidang pendidikan.
(2)     Informasi
Teknologi pendidikan.
(3)     Fungsi
Membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas transformasi.
6)        Isi pendidikan
a.     Batasan
Keseluruhan hal-hal atau pengalaman-pengalaman yang perlu dipelajari peserta didik.
b.     Bentuk
Isi pendidikan berbentuk informasi yang dapat dibedakan menjadi dua macam :
(1)     Kurikulum
Serangkaian pelajaran yang harus dikuasai agar memperoleh pelulusan atau sertifikat dalam suatu tingkatan.


(2)     Budaya
Semua pengetahuan, seni dan cita-citaserta keterampilan yang terdapat dalam masyarakat yang dapat dipelajari melalui pendidikan informal.
c.       Fungsi
Menggambarkan luas dalamnya pengalaman-pengalaman (pengetahuan, seni, cita-cita) dan keterampilan yang dapat dipelajari.

7)             Tenaga Kependidikan
a.    Batasan
Orang-orang yang terlibat dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan transformasi dalam sistem pendidikan nasional.
b.    Bentuk
(1)        Pengelolaan Pendidikan
Orang-orang yang terlibat dalam proses transformasi administratif pendidikan.
·      Pengelolaan organik pusat
·      Pengelolaan unit-unit organisasi vertikal dan Dinas Pendidikan
·      Pengelolaan satuan-satuan pendidikan
·      Pengawas pendidikan
·      Peneliti dan pengembangan bidang pendidikan
·      Pustakawan sekolah
·      Laporan sekolah
·      Teknisi sumber-sumber belajar
(2)        Pelaksana Pendidikan
Orang-orang yang terlibat dalam proses transformasi edukatif dalam sistem pendidikan nasional
·      Pengajar (Guru atau dosen)
·      Pelatih atau instruktur
·      Pembimbing atau penyuluh
c.  Fungsi
      Menggerakkan operas-operasi transformasi administratif dan edukatif dalam sistem pendidikan nasional.



8)        Peserta Didik
a.    Batasan
Semua anak remaja dan orang dewasa yang terlibat dalam proses transformasi edukatif yang berusaha belajar.
b.    Bentuk
(1)            Pelajar
(2)            Warga negara
c.  Fungsi
Mengalami perubahan-perubahan tingkah laku kognititif, afektif, dan psikomotor.

C.  Proses-proses dalam Transformasi
1.    Transformasi Administratif
a.     Batasan
Proses berlangsungnya fungsi-fungsi manajemen atau pengelolaandalam penyelenggaraan Sistem Pendidikan Nasional.
b.     Bentuk Proses
(1)   Prencanaan Pendidikan
(2)   Pengorganisasian Pendidikan
(3)   Kepemimpinan Pendidikan
(4)   Pengawasan Mutu Pendidikan
(5)   Pengembangan Pendidikan
c.     Fungsi Operasi Manajemen
(1)   Operasi Manajemen Strategik
(2)   Operasi Manajemen Personil
(3)   Operasi Manajemen Material
(4)   Operasi Manajemen Keuangan
(5)   Operasi Manajemen Informasi
2.             Transformasi Edukatif
a.    Batasan
Proses perubahan tingkah laku peserta didik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
b.    Bentuk
(1)   Pengajaran
(2)   Bimbingan
(3)   Latihan
c.    Fungsi
Menyelenggarakan proses perubahan tingkah laku peserta didik dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor menuju tercapainya manusia yang :
·         Beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur.
·         Memiliki pengetahuan dan keterampilan.
·         Memiliki kesehatan jasmani dan rohani.
·         Memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri.
·         Memiliki rasa tanggung jawab kemasyarkatan dan kebangsaan.
d.   Para Pelanggan
             Sistem Pendidikan Nasional merupakan organisasi yang memberikan pelayanan umum kepada masyarakat.
             Para pelanggan, baik pelanggan intern maupun ektern yang harus dilayani, yaitu :
1)   Para Pelanggan Intern dalam Sistem Pendidikan Nasional
a)    Para Pelanggan dalam Urusan Edukatif
(1)     Pelajar (Murid, siwa, mahasiswa, warga belajar.)
(2)     Pendidik (Guru, dosen, pembimbing, instruktur.)
(3)     Satuan-satuan pendidikan dan unit-unit pendidikannya.
2)   Para Pelanggan Ekstern
a)    Para Pelanggan Ekstern yang berhubungan Langsung
(1)     Tenaga kerja terdidik berbagai sektor.
(2)     Orang tua pelajar.
b)   Para Pelanggan Ekstern yang Tidak Berhubungan Langsung
(1)     Para Alumni
(2)     Lembaga-lembaga Akreditas
(3)     Para Donatur
(4)     Dewan Perwakilan Rakyat
(5)     Masyarakat Luas
5.  Analisis Pemetaan Hasil Sistem Pendidikan Nasional
a.       Batasan
Jumlah orang-orang yang terdidik dalam kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor yang optimal dapat dicapai oleh setiap orang.
b.      Fungsi dan Peranan
Hasil pendidikan yang disampaikan kepada masyarakat yang menjadi suprasistem diharapkan dapat diserap sebagai :
(1)      Pribadi yang mampu terus belajar dalam rangka terus meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor secara maksimal.
(2)      Anggota masyarakat yang baik dalam berperan sebagai :
a.       Anggota keluarga.
b.      Tenaga kerja.
c.       Warga negara yang baik.
d.      Anggota organisasi kemasyarakatan atau organisasi politi yang baik.
e.       Anggota kelompok persaudaraan yang baik.
f.       Anggota masyarakat sekitar yang baik.
(3)       Hamba Tuhan yang baik.


D.  ANALISIS dan PEMETAAN SEKOLAH SEBAGAI SEBUAH SITEM
1.      Analisis dan Pemetaan Suprasistem Sekolah
a.       Batasan
Suprasistem sekolah adalah lingkungan secara langsung atau tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap penyelenggaraan keseluruhan kegiatan sekolah sebagai organisasi formal pendidikan.
b.      Bentuk
1)      Lingkungan Distal
Sekolah mempunyai lingkungan distal berupa lingkungan masyarakat internasional dan masyarakat nasional yang tidak mempunyai pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari di sekolah.
2)      Lingkungan Proksimal
Sekolah mempunyai lingkungan proksimal berupa lingkungan masyarakat sekitar atau lokal (desa/kecamatan untuk SD, kodya/kabupaten untuk SLTP, dan sebagainya), yang mempunyai pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari di sekolah. Dengan demikian setiap sekolah mempunyai sistem-sistem: biososial, sosial budaya, sosial ekonomi, dan sosial politik yang bersifat lokal, yang ditandai oleh kekhususan daerah.
2.      Analisis dan Pemetaan Masuk Sekolah
a.       Informasi
1)      Informasi Produk
Keterangan dan jumlah karakteristik calon murid/siswa/mahasiswa.
2)      Informasi Oprasional
a)      Keterangan jumlah dan mutu masukan instrumental (misalnya: buku-buku pelajaran dan bahan-bahan bacaan, alat-alat bantu belajar-mengajar, perlengkapan-perlengkapan sekolah, kurikulum dan teknologi pendidikan, dan sebagainya).
b)      Keterangan tentang karakteristik lingkungan hidup masyarakat sekitar (biososial, sosial budaya, sosial politik, dan sosial ekonomi).
b.      Tenaga
1)      Tenaga Manusia
a)      Tenaga Peserta Didik
Tenaga yang dikeluarkan oleh peserta didik dalam kegiatan belajar mengikuti transformasi pendidikan di sekolah.
b)      Tenaga kependidikan
(1)   Tenaga yang dikeluarkan oleh pimpinan sekolah (kepala sekolah/wakil kepala sekolah) dalam mengelola transformasi administratif sekolah.
(2)   Tenaga yang dikeluarkan oleh petugas tata usaha sekolah (kepala tata usaha dengan staf) dalam turut serta mengelola mentransformasi administratif sekolah.
(3)   Tenaga yang dikeluarkan oleh para guru (mata pelajaran dan bimbingan) transformasi edukatif di sekolah.
(4)   Tenaga yang dikeluarkan oleh laboran dan pustakawan dalam membantu menunjang kelancaran pelaksanaan transformasi edukatif di sekolah.
2)      Tenaga Bukan Manusia
Tenaga yang dipergunakan (listrik, panas,bensin, gas, dan sebagainya) oleh berbagai macam peralatan pendidikan dan administrasi dalam melancarkan transformasi edukatif dan administratif.
3.      Analisis dan Pemetaan Transformasi di Sekolah
a.       Komponen-komponen Sekolah
1)      Tujuan-tujuan Pendidikan
a)      Tujuan Instruksional Sekolah
b)      Tujuan Kurikuler Pendidikan
c)      Tujuan Instituional Pendidikan
d)     Tujuan Insidental Pendidikan
2)      Organisasi Sekolah
a)      Stuktur HubunganVertical Intren sekolahmencakup hubungan antara unsur-unsur : kepala sekolah guru –murid/siswa
b)      Stuktur hubungan Vertical Ekstren  mencakup hubungan fungsional sekolah dengan Kanwil Departemen pendidikan dan kebudayaan atau dengan jajarannya (bagi SD juga dengan dinas pendidikan)- Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan melalui direktorat teknis
c)      Stuktur hubungan Horisontal Intren terdapat dalam hubungan antar guru, antar staf tata usaha, dan antar muruid.
d)     Stuktur hubungan Horisontal Ekstren antar sekolah dengan masyarakat terdapat anatara sekolah dengan orang tua murid ,sekolah dengan instansi pemerintah daerah setempat.
3)      Masa pendidikan
a)      SD selama 6 tahun.
b)      SLTP selama 3 tahun.
c)      SMU/SMK selama 3 tahun.
d)     Perguruan Tinggi
(1)   D1 Selama 1 Tahun, Setelah SMU/SMK
(2)   D2 Selama 2 Tahun,Setelah SMU/SMK
(3)   D3 Selama 3 Tahun,Setelah SMU/SMK
(4)   D4 Selama 4 Tahun,Setelah SMU/SMK
(5)   S1 Selama 4 Tahun,Setelah SMU/SMK
(6)   S2 Selama 2 Tahun, Setelah S1
(7)   S3 Selama 3 Tahun, Setelah S2
4)      Prasarana Sekolah
a)      Tanah Sekolah.
b)      Bangunan Sekolah.
c)      Alat Transfortasi.
d)     Jalan yang menghubungkan sekolah dengan masyarakat.
5)      Sarana Sekolah
a)      Alat-alat bantu belajar-mengajar
-       Buku.
-       Alat dan bahan praktikum.
-       Alat olahraga dan kesenian.
-       Alat-alat peraga.
-       Alat-alat bantu belajar
-       Kurikulum.
-       Teknologi pendidikan.
-       Dan sebagainya.
b)      Alat-alat administratif
-       Perlengkapan kantor.
-       Alat teknis kantor.
-       Formulir-formulir.
-       Peraturan perundang-undangan tentang sekolah/instruktif.
-       Dan sebagainya.
6)      Kurikulum
a)      Jenis kurikulum
-       Kurikulum TK
-       Kurikulum SD
-       Kurikulum SLTP
-       Kurikulum SMA
-       Kurikulum SMK
-       Kurikulum SLB
-       Kurikulum Perguruan Tinggi
b)      Bentuk kurikulum
(1)   Kurikulum Mata pelajaran
(2)   Kurikulum fusi (berkolerasi)
(3)   Kurikulum Study
(4)   Kurikulum Inti
(5)   Kurikulum pengalaman
7)      Biaya Pendidikan
a)      Sumber Biaya (Biaya emerintah, biaya dari masyarakat.)
b)      Jenis Biaya Pendidikan (Biaya Oportunitas, biaya langsung, biaya tak langsung, biaya pribadi, biayasosial, biaya monoter, dan biaya non monoter.)
8)      Tenaga Kependidikan (Kepala sekolah dan wakil-wakilnya, Kepala Tata Usaha, Guru mata pelajaran dan bimbingan, pustakawan dan laboran.)
9)      Peserta Didik (Murid, mahasiswa, siswa.)
b.      Proses-proses dalam transformasi
1)      Transfotmasi Administratif (subsistem administratif)
a)      Transformasi Administratif di tingkat sekolah
b)      Kelas
2)      Transformasi Edukatif (subsistem edukatif) yang dilakukan oleh guru mata pelajaran, melalui kegiatan-kegiatan :
a)      Pengajaran, melalui kegiatan-kegiatan belajar mengajar dalam bentuk: (1) Pengajaran Klasikal, (2) Pengajaran Individual.
b)      Bimbingan penyuluhan
-       Latihan mengerjakan tugas
-       Latihan olahraga
-       Latihan seni
-       Latihan kerajinan tangan
-       Latihan studi lapangan
-       Praktikum IPA
c)      Para pelanggan
1.      Para pelanggan intern sekolah
(a)    Pelanggan edukatif (Pelajar, Guru.)
(b)   Pelanggan administratif (pelajar, Guru, Tenaga Administratif.)
2.      Para pelanggan ekstern sekolah
(a)    Para pelanggan langsung (Orang tua siswa, Guru disekolah lain, sekolah-sekolah lain, BP3.)
(b)   Para pelanggan tak langsung (Masyarakat luas, Lembaga-lembaga akreditas, Para alumni, Para Donatur, DPR.)
c.       Analisis dan Pemetaan hasil sekolah
1)      Batasan
Hasil sekolah adalah tamatan, atau pelajar-pelajar yang telah berhasil menyelesaikan program-program sekolah, dengan tingkat kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor tertentu.
2)      Fungsi dan Peranan
a)      Ditinjau dari sudut kemampuan melanjutkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, baik melalui jalur sekolah maupun luar sekolah.
b)      Dapat memasuki kehidupan sebagai :
(1)   Pribadi
(2)   Anggota masyarakat
(3)   Hamba Allah


BAB 3
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Sistem adalah suatu rangkaian keseluruhan kebulatan kesatuan dari komponen yang salng berinteraksi atau independensi dalam mencapai tujuan. Sistem pendidikan akan selalu bersifat dinamis konstektusal dan terbuka terhadap tuntutan kualitas dan relevansi. Oleh karena itu pengkajian upaya pendidikan sebagai suatu sistem mempunyai makna yang penting.
Proses pendidikan terjadi apabila ada interaksi antar komponen pendidikan, artinya saling berhubungan secar fungsional dalam kesatuan yang terpadu. Tiga komponen tersebut adalah pendidik, peserta didik, dan tujuan pendidikan.
Dengan adanya kemajuan zaman yang pesat hendaknya berupaya menjadikan sistem pendidikan yang dinamis dan responsif terhadap perubahan-perubahan dan kecendrungan-kecendrungan yang sedang berlangsung.
B.      SARAN
Pendidikan sebagai suatu sistem hendaknya harus melalui pernecanaan-perncanaan yang tepat dalam menghadapai tuntutan zaman. Selain itu sistem pendidikan juga harus lebih dinamis dan responsif.

C.     PENUTUP
Demikianlah makalah yang pemakalah susun. Semoga bermanfaat bagi pembaca dan pemakalah sendiri. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam menyusun/ketika menyampaikan makalah ini. Maka dari itu kritik dan saran yang membangun dari semua pihak tentu kami butuhkan demi memperbaiki makalah kami berikutnya. Terima kasih.


DAFTAR PUSTAKA

Mudyahardjo, Redja. 2014. Pengantar Pendidikan Sebuah Studi Awal   Tentang        Dasar-dasar Pendidikan pada Umumnya dan      Pendidikan di Indonesia.Jakarta : PT Radjagrafindo Persada.
Hasbullah. 2003. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta : PT        Radjagrafindo Persada.
Tirtarahardja, Umar, dan La Sulo. 2008. Pengantar Pendidikan. Jakarta :       Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar